Jas Lab: Fungsi, Jenis, dan Cara Memilih Jas Laboratorium yang Tepat

Jas Lab: Fungsi, Jenis, dan Cara Memilih Jas Laboratorium yang Tepat

Jas Lab: Fungsi, Jenis, dan Cara Memilih Jas Laboratorium yang Tepat

Jas lab atau jas laboratorium merupakan salah satu perlengkapan wajib dalam dunia kesehatan,
pendidikan, dan penelitian. Lebih dari sekadar pakaian kerja, jas lab memiliki peran penting dalam menjaga
keselamatan, kebersihan, serta profesionalisme tenaga medis dan tenaga laboratorium.

Di lingkungan medis dan laboratorium, pemilihan jas lab yang tepat sangat berpengaruh terhadap kenyamanan kerja
dan keamanan pengguna. Oleh karena itu, penting untuk memahami fungsi, jenis, serta standar jas lab sebelum
menentukan pilihan.

Apa Itu Jas Lab dan Mengapa Penting?

Jas lab adalah pakaian pelindung yang digunakan oleh dokter, analis laboratorium, tenaga medis, serta mahasiswa
kesehatan saat melakukan aktivitas di lingkungan laboratorium atau fasilitas kesehatan. Fungsi utama jas lab
adalah melindungi tubuh dan pakaian dari paparan bahan kimia, cairan biologis, maupun kontaminan lainnya.

Selain fungsi perlindungan, jas lab juga berperan sebagai identitas profesional. Tampilan jas lab yang rapi dan
sesuai standar mencerminkan kedisiplinan serta profesionalisme institusi kesehatan atau pendidikan tempat
pengguna bekerja atau belajar.

Fungsi Utama Jas Lab

  • Perlindungan diri dari bahan kimia, cairan biologis, dan partikel berbahaya.
  • Menjaga kebersihan pakaian pribadi dari kontaminasi lingkungan kerja.
  • Standarisasi dan identitas tenaga medis, laboran, atau mahasiswa.
  • Meningkatkan keselamatan kerja sesuai standar fasilitas kesehatan dan laboratorium.

Jenis-Jenis Jas Lab Berdasarkan Penggunaan

1. Jas Lab Dokter

Jas lab dokter umumnya digunakan oleh dokter umum maupun dokter spesialis di rumah sakit dan klinik. Model
jas lab dokter biasanya memiliki potongan rapi, warna putih, serta panjang hingga lutut untuk memberikan
kesan profesional dan perlindungan yang optimal.

2. Jas Lab Laboratorium

Jas lab ini digunakan oleh analis laboratorium dan tenaga penelitian. Desainnya cenderung lebih fungsional,
dengan bahan yang kuat dan tahan terhadap aktivitas laboratorium yang intensif.

3. Jas Lab Mahasiswa

Digunakan oleh mahasiswa kedokteran, keperawatan, farmasi, maupun jurusan kesehatan lainnya. Jas lab mahasiswa
umumnya lebih sederhana namun tetap mengikuti standar keselamatan dan kerapian.

Bahan yang Umum Digunakan untuk Jas Lab

Pemilihan bahan jas lab sangat menentukan kenyamanan dan daya tahan produk. Beberapa bahan yang umum digunakan
antara lain:

  • Katun – nyaman, menyerap keringat, dan cocok untuk pemakaian lama.
  • Drill – kuat, tidak mudah kusut, dan tahan lama.
  • Polyester blend – lebih ringan dan mudah dirawat.

Jas lab berkualitas harus mampu memberikan keseimbangan antara kenyamanan, kekuatan bahan, dan kemudahan
perawatan.

Standar Jas Lab di Lingkungan Medis dan Pendidikan

Di fasilitas kesehatan dan institusi pendidikan, jas lab biasanya harus memenuhi standar tertentu, seperti
panjang yang memadai, bahan yang aman, serta desain yang tidak menghambat aktivitas kerja. Jas lab juga harus
mudah dibersihkan dan tahan terhadap pencucian berulang.

Penggunaan jas lab yang sesuai standar turut mendukung penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di
lingkungan medis dan laboratorium.

Keunggulan Jas Lab dari RJLinen

Seragam Medis RJLinen menghadirkan jas lab berkualitas tinggi yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan
tenaga medis, laboran, dan mahasiswa kesehatan di Indonesia.

  • Bahan adem dan nyaman untuk pemakaian jangka panjang
  • Jahitan rapi dan kuat untuk penggunaan intensif
  • Desain fungsional dan profesional
  • Tersedia layanan custom ukuran dan bordir logo

Jas lab RJLinen cocok digunakan di rumah sakit, klinik, laboratorium, puskesmas, serta institusi pendidikan
kesehatan.

Legalitas dan Kualitas Produksi RJLinen

Sebagai produsen seragam medis profesional, RJLinen berkomitmen terhadap kepatuhan regulasi dan standar mutu.
Produk jas lab RJLinen diproduksi dengan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015, memenuhi ketentuan
TKDN, serta dilengkapi dokumen pendukung yang dibutuhkan untuk pengadaan institusi.

Kesimpulan

Jas lab merupakan elemen penting dalam dunia medis dan laboratorium yang berfungsi sebagai pelindung, identitas,
dan standar profesional. Memilih jas lab yang tepat akan memberikan kenyamanan, keamanan, dan citra profesional
bagi penggunanya.

Dengan kualitas bahan, desain fungsional, serta dukungan standar mutu dan legalitas, jas lab dari RJLinen
menjadi pilihan tepat bagi individu maupun institusi yang membutuhkan jas laboratorium berkualitas.

Ingin mengetahui pilihan jas lab yang sesuai kebutuhan Anda?
Silakan kunjungi halaman Jas Lab RJLinen atau hubungi tim kami melalui
halaman kontak.
Seragam Medis Profesional untuk Tenaga Kesehatan Indonesia

Seragam Medis Profesional untuk Tenaga Kesehatan Indonesia

Seragam Medis Profesional untuk Tenaga Kesehatan Indonesia

Seragam medis merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan. Tidak hanya berfungsi sebagai pakaian kerja,
seragam medis juga berperan dalam menjaga standar kebersihan, keselamatan kerja, serta membangun citra profesional
tenaga kesehatan di hadapan pasien dan masyarakat. Oleh karena itu, pemilihan seragam medis tidak dapat dilakukan
secara sembarangan.

RJLinen menghadirkan seragam medis profesional yang dirancang khusus untuk mendukung aktivitas tenaga
kesehatan dengan intensitas tinggi. Setiap produk dibuat dengan mempertimbangkan kenyamanan pemakaian, ketahanan bahan,
serta desain yang fungsional tanpa mengesampingkan tampilan yang rapi dan profesional.

Menggunakan bahan berkualitas premium yang adem, kuat, dan tahan lama, seragam medis RJLinen ideal digunakan untuk
pemakaian harian di lingkungan medis seperti rumah sakit, klinik, laboratorium, puskesmas, hingga institusi pendidikan
kesehatan di seluruh Indonesia.

Pentingnya Seragam Medis yang Tepat dalam Pelayanan Kesehatan

Lingkungan kerja tenaga medis menuntut tingkat mobilitas dan konsentrasi yang tinggi. Seragam medis yang tidak nyaman
dapat mengganggu fokus kerja dan berdampak pada kualitas pelayanan. Oleh sebab itu, seragam medis harus mampu
memberikan kenyamanan optimal, mudah digunakan, serta sesuai dengan standar lingkungan medis.

RJLinen memahami kebutuhan tersebut dengan menghadirkan seragam medis yang dirancang untuk pemakaian jangka panjang,
tidak mudah panas, serta mendukung pergerakan aktif tenaga kesehatan selama bertugas. Setiap detail diperhatikan
secara seksama agar seragam tetap nyaman digunakan sepanjang hari.

Solusi Seragam Medis untuk Berbagai Kebutuhan

RJLinen memproduksi dan menyediakan beragam jenis seragam medis yang disesuaikan dengan fungsi serta kebutuhan masing-masing
tenaga kesehatan. Produk kami dirancang agar dapat digunakan baik secara individu maupun untuk kebutuhan institusi.

  • Jas Lab untuk dokter, analis laboratorium, dan mahasiswa kesehatan
  • Jas Dokter untuk praktik klinik, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya
  • Jas Operasi / Baju OKA untuk ruang operasi dan ruang tindakan medis
  • Seragam Medis Harian untuk berbagai tenaga kesehatan

Seluruh produk dirancang dengan desain fungsional agar tetap nyaman digunakan, mendukung mobilitas kerja,
serta memberikan kesan profesional sesuai standar fasilitas kesehatan.

Keunggulan Seragam Medis RJLinen

Bahan Berkualitas dan Nyaman Digunakan

Seragam medis RJLinen menggunakan material pilihan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan medis.
Bahan yang digunakan bersifat adem, tidak kaku, dan nyaman untuk pemakaian jangka panjang, sehingga membantu
tenaga kesehatan tetap fokus dalam menjalankan tugasnya.

Jahitan Rapi dan Kuat

Setiap produk diproduksi dengan standar kualitas yang konsisten. Jahitan yang rapi dan kuat memastikan seragam
medis tetap awet meskipun digunakan secara intensif dalam aktivitas medis sehari-hari.

Desain Fungsional dan Profesional

Desain seragam medis RJLinen disesuaikan dengan kebutuhan kerja tenaga kesehatan, mulai dari potongan yang
ergonomis hingga detail yang mendukung kenyamanan bergerak. Tampilan tetap rapi dan profesional untuk
menunjang citra institusi kesehatan.

Custom Sesuai Kebutuhan Institusi

RJLinen menyediakan layanan penyesuaian seragam medis sesuai kebutuhan, termasuk ukuran, model, serta
bordir logo atau identitas institusi. Solusi ini cocok untuk rumah sakit, klinik, maupun institusi
pendidikan kesehatan yang membutuhkan identitas seragam khusus.

Legalitas dan Standar Mutu Terjamin

Sebagai brand seragam medis profesional, RJLinen berkomitmen penuh terhadap kepatuhan regulasi dan penerapan
standar mutu dalam setiap proses produksi dan pengelolaan produk.

  • Terdaftar resmi pada Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)
  • Setiap produk dilengkapi Surat Keputusan (SK) dari Kementerian terkait
  • Memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)
  • Dikelola dengan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

Penerapan standar ini memastikan seluruh proses, mulai dari perencanaan, produksi, hingga pengendalian mutu,
dilakukan secara terstruktur dan terdokumentasi. Hal ini memberikan jaminan keamanan dan kepercayaan bagi
pelanggan, baik individu maupun institusi.

Informasi lengkap terkait legalitas dapat dilihat pada halaman
Legalitas & Sertifikasi.

Digunakan oleh Berbagai Fasilitas Kesehatan

Seragam medis RJLinen sesuai digunakan dan telah dipercaya untuk kebutuhan berbagai fasilitas layanan kesehatan,
antara lain:

  • Rumah sakit pemerintah dan swasta
  • Klinik dan praktik mandiri
  • Laboratorium kesehatan
  • Puskesmas
  • Institusi pendidikan kesehatan

Dengan sistem produksi yang terstruktur dan kapasitas yang memadai, RJLinen siap mendukung kebutuhan
B2C, B2B, hingga B2G, termasuk untuk pengadaan dan tender seragam medis.

Konsultasi dan Pemesanan Seragam Medis

RJLinen melayani pemesanan seragam medis satuan maupun pengadaan dalam jumlah besar. Tim kami siap membantu
Anda menentukan spesifikasi seragam medis yang sesuai dengan kebutuhan dan standar fasilitas kesehatan Anda.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk, spesifikasi, dan proses pemesanan, silakan hubungi tim RJLinen
melalui halaman kontak.

Hubungi RJLinen untuk Konsultasi Seragam Medis

Virus Corona

Penyebab Virus Corona (COVID-19)

Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau bersin
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang memiliki penyakit tertentu, perokok, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah, misalnya pada penderita kanker.

Karena mudah menular, virus Corona juga berisiko tinggi menginfeksi para tenaga medis yang merawat pasien COVID-19. Oleh karena itu, para tenaga medis dan orang-orang yang memiliki kontak dengan pasien COVID-19 perlu menggunakan alat pelindung diri (APD).

Diagnosis Virus Corona (COVID-19)

Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan apakah pasien baru saja bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul. Dokter juga akan menanyakan apakah pasien ada kontak dengan orang yang menderita atau diduga menderita COVID-19.

Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:

  • Rapid test untuk mendeteksi antibodi (IgM dan IgG) yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona
  • Swab test atau tes PCR (polymerase chain reaction) untuk mendeteksi virus Corona di dalam dahak
  • CT scan atau Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru

Hasil rapid test COVID-19 positif kemungkinan besar menunjukkan bahwa Anda memang sudah terinfeksi virus Corona, namun bisa juga berarti Anda terinfeksi kuman atau virus yang lain. Sebaliknya, hasil rapid test COVID-19 negatif belum tentu menandakan bahwa Anda mutlak terbebas dari virus Corona.

Pengobatan Virus Corona (COVID-19)

Belum ada obat yang benar-benar efektif untuk mengatasi infeksi virus Corona atau COVID-19. Pilihan pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat keparahannya. Beberapa pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala akan di sarankan untuk melakukan protokol isolasi mandiri di rumah sambil tetap melakukan langkah pencegahan penyebaran infeksi virus Corona.

Selain itu, dokter juga bisa memberikan beberapa beberapa langkah untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus corona, yaitu:

  • Merujuk penderita COVID-19 yang berat untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit rujukan
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh

Komplikasi Virus Corona (COVID-19)

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi berikut ini:

  • Pneumonia (infeksi paru-paru)
  • Infeksi sekunder pada organ lain
  • Gagal ginjal
  • Acute cardiac injury
  • Acute respiratory distress syndrome
  • Kematian

Selain itu, saat ini muncul istilah long haul COVID-19. Istilah ini merujuk kepada seseorang yang sudah dinyatakan sembuh melalui hasil pemeriksaan PCR yang sudah negatif, namun tetap merasakan keluhan seperti lemas, batuk, nyeri sendi, nyeri dada, sulit berkonsentrasi, jantung berdebar, atau demam yang hilang timbul.

Pencegahan Virus Corona (COVID-19)

Saat ini, Indonesia sedang melakukan vaksinasi COVID-19 secara berkala ke masyarakat Indonesia. Meskipun vaksinasi sudah mulai di jalankan, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:

  • Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.
  • Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan dan mengikuti ibadah di hari raya, misalnya Idul Adha.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara rutin, beristirahat yang cukup, dan mencegah stres.
  • Hindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah.

Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 (termasuk kategori suspek dan probable) yang sebelumnya disebut sebagai ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar tidak menularkan virus Corona ke orang lain, yaitu:

  • Lakukan isolasi mandiri dengan cara tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  • Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  • Bila ingin ke rumah sakit saat gejala bertambah berat, sebaiknya hubungi dulu pihak rumah sakit untuk menjemput.
  • Larang orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  • Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.

Kondisi-kondisi yang memerlukan penanganan langsung oleh dokter di rumah sakit, seperti melahirkan, operasi, cuci darah, atau vaksinasi anak, perlu ditangani secara berbeda dengan beberapa penyesuaian selama pandemi COVID-19. Tujuannya adalah untuk mencegah penularan virus Corona selama Anda berada di rumah sakit. Konsultasikan dengan dokter mengenai tindakan terbaik yang perlu dilakukan.

Apabila Anda ingin mendapatkan lebih banyak informasi mengenai gejala, pencegahan, dan penanganan infeksi virus Corona, silakan download aplikasi ALODOKTER di Google Play atau App Store. Melalui aplikasi ALODOKTER, Anda juga bisa chat langsung dengan dokter dan membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit.

Terakhir diperbarui: 1 Februari 2021Ditinjau oleh: dr. Merry Dame Cristy Pane

Virus Corona

Virus Corona

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia (golongan usia lanjut), orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.

Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).

Virus ini menular melalui percikan dahak (droplet) dari saluran pernapasan, misalnya ketika berada di ruang tertutup yang ramai dengan sirkulasi udara yang kurang baik atau kontak langsung dengan droplet.

Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona,virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala.

Bila Anda memerlukan pemeriksaan COVID-19, klik tautan di bawah ini agar Anda dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat:

  • Rapid Test Antibodi
  • Swab Antigen (Rapid Test Antigen)
  • PCR

Tingkat Kematian Akibat Virus Corona (COVID-19)

Virus Corona yang menyebabkan COVID-19 bisa menyerang siapa saja. Menurut data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Republik Indonesia, jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga 01 Februari 2021 adalah 1.078.314 orang dengan jumlah kematian 29.998 orang. Tingkat kematian (case fatality rate) akibat COVID-19 adalah sekitar 2,8%.

Jika dilihat dari persentase angka kematian yang di bagi menurut golongan usia, maka kelompok usia 46-59 tahun memiliki persentase angka kematian yang lebih tinggi dibandingkan golongan usia lainnya.

Sedangkan berdasarkan jenis kelamin, 56,3% penderita yang meninggal akibat COVID-19 adalah laki-laki dan 43,7% sisanya adalah perempuan.

Gejala Virus Corona (COVID-19)

Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona.

Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:

  • Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius)
  • Batuk kering
  • Sesak napas

Ada beberapa gejala lain yang juga bisa muncul pada infeksi virus Corona meskipun lebih jarang, yaitu:

  • Diare
  • Sakit kepala
  • Konjungtivitis
  • Hilangnya kemampuan mengecap rasa
  • Hilangnya kemampuan untuk mencium bau (anosmia)
  • Ruam di kulit

Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona. Sebagian pasien yang terinfeksi virus Corona bisa mengalami penurunan oksigen tanpa adanya gejala apapun. Kondisi ini disebut happy hypoxia.

Guna memastikan apakah gejala-gejala tersebut merupakan gejala dari virus Corona, diperlukan rapid test atau PCR. Untuk menemukan tempat melakukan rapid test atau PCR di sekitar rumah Anda, klik di sini.

Kapan harus ke dokter

Segera lakukan isolasi mandiri bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang telah disebutkan di atas, terutama jika dalam 2 minggu terakhir Anda berada di daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau kontak dengan penderita COVID-19. Setelah itu, hubungi hotline COVID-19 di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut.

Bila Anda mungkin terpapar virus Corona tapi tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain. Bila muncul gejala, baru lakukan isolasi mandiri dan tanyakan kepada dokter melalui telepon atau aplikasi mengenai tindakan apa yang perlu Anda lakukan dan obat apa yang perlu Anda konsumsi.

Bila Anda memerlukan pemeriksaan langsung oleh dokter, jangan langsung ke rumah sakit karena itu akan meningkatkan risiko Anda tertular atau menularkan virus Corona ke orang lain. Anda bisa membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi ALODOKTER agar bisa diarahkan ke dokter terdekat yang dapat membantu Anda.

ALODOKTER juga memiliki fitur untuk membantu Anda memeriksa risiko tertular virus Corona dengan lebih mudah. Untuk menggunakan fitur tersebut, silakan klik gambar di bawah ini.

Sumber :
https://www.alodokter.com/virus-corona

Copyright © 2026 Seragam Perawat